Kamis, 24 Januari 2013
Rabu, 31 Oktober 2012
Bambang Pamungkas: Jangan Ukur Nasionalisme Dari Timnas Indonesia
Striker Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, buka suara terkait dengan konflik dualisme sepakbola nasional yang melanda Indonesia, terutama dengan dualisme tim nasional Indonesia.
Melalui laman pribadinya, pemain yang akrab disapa Bepe tersebut mengatakan setiap pemain memiliki pandangan dan sikap masing-masing terkait dengan situasi dualisme sepakbola nasional saat ini sehingga ia tidak dapat menyalahkan keputusan masing-masing pemain.
"Setiap orang tentu memiliki pemikiran dan keyakinan masing-masing, dalam menanggapi serta menyikapi permasalahan ini, begitu juga para pemain tersebut. Masyarakat bisa saja memiliki pendapat yang beraneka ragam, karena mungkin tidak semua orang mengerti dan paham dengan pokok permasalah yang sebenarnya terjadi. Atau bisa jadi mereka juga akan melakukan hal yang sama, ketika mereka berada di posisi seperti pemain-pemain tersebut," ujar Bepe.
Selain itu, Bepe juga sangat tidak setuju ketika pemain-pemain yang memilih untuk tidak bergabung dengan tim nasional Indonesia asuhan Nil Maizar disebut sebagai pemain yang tidak nasionalis.
Pemain yang identik dengan nomor punggung 20 tersebut mengatakan nasionalisme memiliki arti yang sangat luas dan hanya orang yang bersangkutan yang mampu mengukur seberapa besar nasionalisme untuk negaranya.
"Dalam keadaan konflik yang tidak tentu arah seperti saat ini, bergabung atau tidaknya seorang pemain ke tim nasional, bukan lagi sekedar masalah nasionalis atau tak nasionalis. Akan tetapi lebih kepada cara pandang setiap pemain dalam menyikapi masalah yang terjadi saat ini. Karena sejatinya, setiap pemain sepakbola di negeri ini pasti ingin merasakan bermain untuk tim nasional Imdonesia, bohong besar jika ada yang berkata tidak," imbuhnya.
"Jadi jangan lagi menyangkut-pautkan masalah tim nasional dengan rasa nasionalisme. Nasionalisme itu perjabarannya bisa sangat luas, tidak hanya dalam lingkup sepakbola. Pemain yang memilih bermain untuk tim nasional, tidak serta merta lebih nasionalis daripada mereka yang memilih untuk memberi dukungan melalui layar kaca, begitu pula sebaliknya."
"Nasionalisme itu seperti iman, seberapa besar iman seseorang, hanya orang tersebut yang tahu. Demikian juga nasionalisme seseorang, rasa cinta terhadap tanah air itu ada di dalam hati sanubari kita masing-masing. Dan seberapa besar itu.? Hanya kita yang tahu.
"Seperti yang diketahui, Bepe sendiri memutuskan untuk ikut bergabung dengan pemusatan latihan timnas asuhan Nil Maizar untuk AFF Suzuki Cup 2012, meskipun dirinya memperkuat klub Indonesia Super League (ISL).
Sumber : www.goal.com Selengkapnya...
Jumat, 17 Agustus 2012
Pemain Asing di Persija akan Dikurangi
Setelah memperpanjang kontrak Fabiano Beltrame dan Pedro Javier, manajemen Persija kini masih mempertimbangkan untuk mempertahankan Jeong Kwang Sik, Robertino Pugliara dan Precious Emuejeraye.
Keputusan meminimalisir kuota pemain asing ini bertujuan memberi kesempatan lebih kepada para pemain lokal, terutama pemain muda. Tujuan lainnya adalah untuk menyeimbangkan faktor finansial.
Sebagai gantinya, nama-nama pemain muda seperti Yosua Pahabol, Feri Komul dan Niko Malau disebut-sebut adalah pemain yang paling gencar diinginkan oleh manajemen Persija.
Selain itu ada nama pemain SAD Uruguay yang namanya masih dirahasiakan oleh Manajemen, serta Barkah, pemain yang di musim lalu dipinjamkan ke Persepam Pamekasan. Keduanya di posisikan untuk menjadi pelapis Ngurah Nanak dan Fabiano Beltrame di lini pertahanan Persija Jakarta.
Sementara itu di posisi pemain asing, manajemen Persija Jakarta tertarik untuk mendatangkan Gustavo Lopez.
PT Liga Indonesia selaku penyelenggara kompetisi Indonesia Super League telah membuat kebijakan tetap mempertahankan 5 kuota pemain asing, yakni 3 pemain non Asia dan 2 Asia, yang dapat dipergunakan klub selama berlaga di kompetisi musim 2012-2013.
Namun, komposisi ini bukan suatu kewajiban bagi klub dan diharapkanklub rasional di dalam membeli pemain untuk mengkalkulasikan dan menyesuaikan kuota pemain asing dengan komposisi tim Pelatih Persija Jakarta, Iwan Setiawan mengatakan, pelatih tentu saja menginginkan pemain yang terbaik, tetapi pelatih di Indonesia berbeda dengan di luar negeri, karena pelatih harus mencari titik temu antara kebutuhan teknis permainan dan strategi dengan pertimbangan manajemen, misalnya dalam hal finansial.
Pada kompetisi Indonesia Super League musim 2011-2012, Persija Jakarta berada di peringkat ke lima kelasemen. Tim Ibukota meraih poin 52, hasil dari 34 kali bertanding, 14 kali menang, 10 kali seri dan 10 kali kalah.
Sumber : www.bolaindo.com Selengkapnya...
Selasa, 13 Maret 2012
Dua Gol Menit Akhir Menangkan Persija Atas Persegres
Selasa, 28 Februari 2012
Keputusan Iwan Setiawan Sudah Final
Minggu, 26 Februari 2012
Persija Jakarta & Persisam Samarinda Berbagi Angka
Jumat, 24 Februari 2012
Persija Terus Benahi Lini Belakang
Kamis, 23 Februari 2012
Iwan Setiawan Redam Emosi dengan Baju Koko
Rabu, 15 Februari 2012
Jelang Lawan Persela, Persija Puas Kondisi Lapangan
Minggu, 12 Februari 2012
Fokus latihan Fisik, persiapan akhir menghadapi Persela
Menjalani pertandingan yang bisa dibilang cukup melelahkan dimana Persija selama seminggu ini harus bermain di beberapa kota, cukup menguras fisik pemain, oleh karena itu dua hari latihan persiapan terakhir lebih di fokuskan untuk menjaga kondisi fisik pemain. Seperti yang terjadi pagi ini Sabtu 11/2 Persija menyelesaikan latihan pagi di stadion Lebak Bulus, dan Minggu 12/2 Persija kembali menggelar latihan pagi mulai pukul 07.00 ditempat yang sama Pertandingan away Persija menghadapi Persela sendiri terpaksa harus digelar di Stadion Wilis, Madiun karena stadion Surajaya Lamongan sedang dalam renovasi. Coach Iwan Setiawan, “Pertandingan menghadapi Persela akan menjadi partai yang cukup seru meskipun Persela harus bermain di luar home mereka, menurut saya itu tidak akan banyak berpengaruh, dan akan tetap tampil ngotot menghadapi Persija. “Latihan di dua hari terakhir sebelum keberangkatan, lebih difokuskan menjaga kondisi fisik, Persija dalam seminggu terakhir menjalani pertandingan dengan jarak yang cukup jauh, lebih menggenjot fisik pemain, itu yang menjadi fokus dalam dua hari latihan terakhir, pungkas Iwan Setiawan (Zani-JO) Sumber : jakmania.org Selengkapnya...

















