Selasa, 06 April 2010

Jangan Salahkan Kami (Jakarta Punya Kami Juga)

Ditulis Oleh Adzani Alwianto

Jakarta sebagai Ibukota Negara Indonesia dengan segala problematika kehidupannya menjadikan semua tumpah ruah dikota tercinta ini, tidak terkecuali dengan urusan yang namanya sepakbola. Yang namanya sudah ngomongin masalah sepakbola memang ga ada habisnya, dan selalu menarik diperbincangkan. Persija Jakarta, klub yang katanya kebanggaan Jakarta kenapa dalam kenyataannya selalu mendapat hal – hal yang tidak diinginkan, terlalu banyak intrik, terlalu banyak kepentingan, terlalu banyak omongan yang akhirnya bertujuan malah menjelek – jelekan nama Persija sendiri.

Gue coba menulis dengan apa yang gue denger, gue lihat dan gue rasa selama ini bukan bermaksud sok tau dan menggurui tapi mungkin semua yang membaca tulisan ini secara tidak langsung mengiyakan apa yang ada didalam tulisan ini.

Gue coba mulai dengan masalah perizinan mengelar pertandingan sepakbola di Jakarta buat Persija, susahnya keluar surat sakti dari kepolisian untuk izin pertandingan, ada saja alasannya, situasi kota Jakarta yang ga kondusif lah, adanya kegiatan politik lah, dihubung – hubungkan dengan teroris lah, supporter rusuh lah, toh memang dalam setiap pertandingan adanya gesekan – gesekan wajar terjadi, dengan keadaan berkumpulnya ribuan bahkan puluhan ribu massa dalam satu titik konsentrasi, tinggal bagaimana kita menyikapinya tanpa mengesampingkan segala alasan – alasan yang diutarakan bukannya tugas kepolisian memang mengamankan setiap ada kegiatan keramaian.

Coba bandingkan dengan izin melakukan demonstrasi yang notabene mengerahkan sejumlah massa yang tidak sedikit dan cenderung lebih berpotensi kerusuhan, bandingkan pula dengan mudahnya izin acara hiburan musik atau acara keagamaan, toh semuanya sama-sama menghadirkan massa yang tidak sedikit di suatu titik konsentrasi acara itu berlangsung. Apakah dalam mengurus surat perizinan itu Persija dalam hal ini Panpel tidak mengeluarkan uang sehingga sulit sekali untuk mendapatkan surat tersebut, gue rasa tidak, panpel pasti sudah mengikuti aturan main yang sesuai jalurnya dalam mengurus izin pertandingan.

Tidak jarang dengan adanya pelarangan dan tidak dikeluarkannya izin pertandingan, Persija harus menggelar pertandingannya tanpa penonton, bahkan harus menjadi team musafir padahal Persija butuh dukungan kami,Karena kamilah semangat pemain – pemain Persija bisa naik dan Persija Jakarta ya klub asal Jakarta seharusnya bermain di Jakarta bukan “diusir” di kota lain, selain itu bahkan ada yang lebih parah Persija harus menanggung kekalahan Walk Out (WO) gara – gara tidak mendapatkan izin dari kepolisian, APAKAH ITU ADIL?

Setelah izin didapat ada lagi permasalahan – permasalahan mendasar yang pastinya hampir disetiap pertandingan sepakbola di negeri ini terjadi, masalah klise naik – naik diatas metro mini ataupun kendaraan bis yang membawa supporter ke stadion, jujur pribadi gw juga ga begitu suka dengan perilaku tersebut, yang gw khawatirin dari naek – naek di atas ada yang jatuh dan bisa jadi korban. Tapi yang gue sesalin kenapa ga ada aturan baku dalam hal tersebut, dan tidak digunakannya helm oleh suporter yang membawa motor ketika datang ke stadion unutk mendukung teamnya berlaga yang disalahkan, sebagai perbandingan dengan fakta – fakta yang ada kalo naik – naik diatas kendaraan, massa demopun baik mahasiswa maupun kelompok masyarakat lainpun naik – naik diatas bis, lalu setiap ada acara keagamaan mereka juga malah lebih parah dengan tidak menggunakan helm sama sekali bahkan naik motor dengan berboncengan 3 orang tanpa menggunakan helm sama sekali bukankah pelanggarannya sama tapi kenapa yang terjadi perbuatan itu tidak diekspose dan ditindak oleh Polisi.

Yang cukup mencengangkan perilaku pengadil dilapangan alias wasit yang seharusnya benar – benar bisa menjadi “pengadil” yang sesungguhnya bukan malah menjadi pengadil yang berat sebelah, gue nulis gini tidak hanya sekedar nulis, ada bukti – bukti yang gw rasa cukup mewakili apa yang gw tulis, ga usah jauh – jauh berbicara di kompetisi tahun lalu, di kompetisi tahun ini aja yang sedang berjalan Persija udah sering banget “DIKERJAIN” yang namanya wasit yang masih segar dalam ingatan kita bagaimana dalam pertandingan yang baru saja berlangsung antara PersiK Vs Persija di Kediri bagaimana kita semua bisa melihat dengan mata telanjang wasit memberikan HADIAH pinalti buat tuan rumah yang kalo bisa diputer lagi tuh cuplikan pertandingannya terlihat dengan jelas kalaupun itu pelanggaran dilakukan di luar kotak pinalti tapi apa yang terjadi wasit menunjuk titik Putih , tanpa mengurangi rasa hormat gue kepada Lembaga tertinggi sepakbola di negeri ini apakah KEADILAN DAN KEBENARAN bisa terungkap.

Dan masih banyak lagi contoh contoh kasus lain yang selalu Persija dirugikan, serta beberapa kasus yang sebenarnya peraturan itu dibuat oleh otorita tertinggi sepakbloa negeri ini tapi entah kenapa mereka pula yang melangggar semua peraturan - peraturan tersebut. Dan bukan menjadi rahasia umum lagi kalau didalam tubuh PSSI selaku pemegang kekuasan sepakbola negeri ini penuh dengan kebobrokan, diselimuti dengan mafia – mafia yang bisa beres dengan uang yang tidak kunjung selesai apabila tidak segera di lakukan perubahan – perubahan yang mendasar.

Masalah selanjutnya mungkin bisa menjadi pamungkas dalam tulisan gue kali ini adalah peran media dalam pemberitaan seputar yang berkaitan dengan Persija. Ambil contoh untuk kasus – kasus kerusuhan entah kenapa berita – berita yang disajikan pasti sangat heboh, yang cukup mengelitik dimana posisi pencari berita sepertinya seakan sudah stand by dilokasi yang kiranya bakal ada kerusuhan yang terjadi. Tetapi ajaib bin aneh berita – berita yang baik – baik tentang persija tidak pernah disamakan porsinya dengan berita – berita kerusuhan yang selalu menjadi headline di berbagai media yang ada. Memang diakui atau tidak disadari atau tidak berita – berita tentang Persija memang selalu menarik untuk dibuat dan diberitakan apalagi yang bersinggungan dengan kerusuhan paling seneng deh media.

Seharusnya media bisa berperan secara seimbang, toh dengan tidak hanya memberitakan berita – berita buruk tentang Persija asal ada berita Persijanya gue rasa banyak orang yang tertarik buat melihat dan membaca berita – berita tersebut. Diakui atau tidak Persija memang selalu menjadi pusat perhatian orang banyak, tidak hanya menjadi kebanggaan masayarakat Jakarta tapi sudah menjadi kebanggan masayarakat Indonesia, itu bisa dilihat dengan makin banyaknya pecinta Persija dari luar Jakarta.

Yang perlu gue garis bawahi saat ini adalah, mau seperti apapun berita yang ada di media saat ini tentang Persija, mau gimanapun dicuranginnya Persija dalam kompetisi ini, bagi gue PERSIJA kebangaan gue, siapa lagi yang mau banggain Persija kalo ga dimulai dari diri kita sendiri.

Bagi Gue Everything Persija.


Sumber : Official Jakmania
Selengkapnya...

Jadwal Persija di Group B Piala Indonesia 2010

Berdasarkan Informasi yang diterima Jak Online (JO) dari pihak Manajemen Persija mengenai jadwal partai-partai Persija di Piala Indonesia yang berada di Group B bersama Persela Lamongan, Persiba Bantul dan Persikab Kab.Bandung adalah sebagai berikut :

Jumat, 16 April 2010 Persija Jakarta vs Persela Lamongan
Minggu, 18 April 2010 Persija Jakarta vs Persiba Bantul
Selasa, 20 April 2010 Persija Jakarta vs Persikab Kab. Bandung

Untuk partai melawan Persela dan Persiba Bantul semuanya akan dilangsungkan di Stadion Surajaya Lamongan yang merupakan "Home Ground" group B Piala Indonesia 2010 dan untuk partai Persija vs Persikab kemungkinan akan dilangsungkan di antara Stadion Surajaya Lamongan atau Stadion Petrokimia Gresik.


Sumber : Official Jakmania Selengkapnya...

Jumat, 02 April 2010

Andi Malarangeng Harus Jadi Anggota Jakmania

Ditulis Oleh Vzhar



Menteri Negara Pemuda dan Olahraga pada perbincangan yang disiarkan langsung oleh TVOne pada pukul 19.00 WIB tentang Maraknya kerusuhan supporter sepakbola membuat saya heran, dengan entengnya dia berbicara

  • "kalau terjadi kerusuhan di pertandingan sepakbola beri efek jera dengan memberikan hukuman yang tegas bukan dimaafkan saja"
  • "Jak Mania yang membawa Senjata Tajam harus diperiksa oleh pengurus the Jakmania dan langsung saja disuruh pulang dan diblacklist dari keanggotaan jakmania"
  • "Kursi stadion harus pake nomor supaya tidak berdesak - desakan sehingga tidak terjadi gesekan dan menimbulkan keributan"

Mendengar pernyataan diatas temen saya yang kebetulan berprofesi sebagai aparat keamanan tertawa dan berkomentar “ bapak enak.. ngomong, gak mudah pak ngamanin ribuan the jakmania dengan personil dan peralatan terbatas” , mungkin temen – teman pengurus persija dan panitia pertandingan berpendapat sama.

Menurut penulis dalam kerusuhan supporter sepakbola yang sering terjadi Menteri Negara PEMUDA dan Olahraga lah yang seharusnya bertanggung jawab dan meminta maaf kepada masyarakat Jakarta, hal tersebut tanpa alasan, perlu digaris bawahi kata PEMUDA dalam nomenklatur jabatan yang diduduki oleh pemuda Makassar tersebut mempunyai tanggung jawab yang besar, Kejadian kerusuhan di Stadion UGBK Selasa kemarin sebagian besar adalah PEMUDA, yang menjadi pertanyaan siapakah menteri PEMUDA Republik Indonesia...?

Terlihat jelas kinerja Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga tersebut belum berhasil atau belum sama sekali menyentuh pemuda, bukan hanya beberapa pemuda yang berprestasi di Tingkat Internasional saja yang menjadi indicator keberhasilan kementerian tersebut, tapi bagaimana memberdayakan para pemuda yang tergabung dalam supporter sepakbola menjadi lebih baik dan produktif sehingga industrialisasi sepakbola dapat terwujud.

Seperti Pansus Century yang memberikan rekomendasi kepada presiden, saya pun ingin memberikan rekomendasi buat Bapak Menteri

  • Kemenegpora mendukung dan membina organisasi supporter Sepakbola sebagai wadah aktualisasi diri pemuda ke arah yang positif.
  • Menteri Negara PORA menjamin dan membina atau minimal nengok ke-15 orang anggota atau pun bukan anggota The Jak yang ditangkap Polisi pada kerusuhan di SUGBK, agar mengerti apa, siapa dan bagaimana pemuda bertindak.

Bila perlu sekali –kali Pak Menteri kita undang untuk ikut nonton pertandingan Persija bukan sebagai menteri tapi sebagai The Jakmania, ikut memberikan yel – yel kemenangan persija, bernyanyi dan menyemangati pemain – pemain Persija ditengah lautan orange the jakmania di Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk merasakan bagaimana menjadi supporter sejati.

Bagi saya setiap pertandingan Persija bukan hanya untuk ditonton tapi juga dibanggakan, disupport saat Persija menang atau kalah dari situlah akan timbul virus yang disebut FANATISME.

Saya yakin kalau Pak Menteri menanggapi rekomendasi diatas pandangan tentang supporter sepak bola Indonesia akan berubah.

Bravo Suporter Sepakbola Nasional….Menteri Negara Pemuda dan Olahraga pada perbincangan yang disiarkan langsung oleh TVOne pada pukul 19.00 WIB tentang Maraknya kerusuhan supporter sepakbola membuat saya heran, dengan entengnya dia berbicara

  • "kalau terjadi kerusuhan di pertandingan sepakbola beri efek jera dengan memberikan hukuman yang tegas bukan dimaafkan saja"
  • "Jak Mania yang membawa Senjata Tajam harus diperiksa oleh pengurus the Jakmania dan langsung saja disuruh pulang dan diblacklist dari keanggotaan jakmania"
  • "Kursi stadion harus pake nomor supaya tidak berdesak - desakan sehingga tidak terjadi gesekan dan menimbulkan keributan"

Mendengar pernyataan diatas temen saya yang kebetulan berprofesi sebagai aparat keamanan tertawa dan berkomentar “ bapak enak.. ngomong, gak mudah pak ngamanin ribuan the jakmania dengan personil dan peralatan terbatas” , mungkin temen – teman pengurus persija dan panitia pertandingan berpendapat sama.

Menurut penulis dalam kerusuhan supporter sepakbola yang sering terjadi Menteri Negara PEMUDA dan Olahraga lah yang seharusnya bertanggung jawab dan meminta maaf kepada masyarakat Jakarta, hal tersebut tanpa alasan, perlu digaris bawahi kata PEMUDA dalam nomenklatur jabatan yang diduduki oleh pemuda Makassar tersebut mempunyai tanggung jawab yang besar, Kejadian kerusuhan di Stadion UGBK Selasa kemarin sebagian besar adalah PEMUDA, yang menjadi pertanyaan siapakah menteri PEMUDA Republik Indonesia...?

Terlihat jelas kinerja Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga tersebut belum berhasil atau belum sama sekali menyentuh pemuda, bukan hanya beberapa pemuda yang berprestasi di Tingkat Internasional saja yang menjadi indicator keberhasilan kementerian tersebut, tapi bagaimana memberdayakan para pemuda yang tergabung dalam supporter sepakbola menjadi lebih baik dan produktif sehingga industrialisasi sepakbola dapat terwujud.

Seperti Pansus Century yang memberikan rekomendasi kepada presiden, saya pun ingin memberikan rekomendasi buat Bapak Menteri

  • Kemenegpora mendukung dan membina organisasi supporter Sepakbola sebagai wadah aktualisasi diri pemuda ke arah yang positif.
  • Menteri Negara PORA menjamin dan membina atau minimal nengok ke-15 orang anggota atau pun bukan anggota The Jak yang ditangkap Polisi pada kerusuhan di SUGBK, agar mengerti apa, siapa dan bagaimana pemuda bertindak.

Bila perlu sekali –kali Pak Menteri kita undang untuk ikut nonton pertandingan Persija bukan sebagai menteri tapi sebagai The Jakmania, ikut memberikan yel – yel kemenangan persija, bernyanyi dan menyemangati pemain – pemain Persija ditengah lautan orange the jakmania di Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk merasakan bagaimana menjadi supporter sejati.

Bagi saya setiap pertandingan Persija bukan hanya untuk ditonton tapi juga dibanggakan, disupport saat Persija menang atau kalah dari situlah akan timbul virus yang disebut FANATISME.

Saya yakin kalau Pak Menteri menanggapi rekomendasi diatas pandangan tentang supporter sepak bola Indonesia akan berubah.

Bravo Suporter Sepakbola Nasional….



Sumber : Official Jakmania

Selengkapnya...

Persija Berada di Group B Piala Indonesia 2010

Turnamen Piala Indonesia 2010 akan dimulai pada tanggal 15 April 2010 dan akan diikuti oleh 32 klub dari tiga divisi. Yaitu 18 klub Liga Super Indonesia (LSI), 12 klub Divisi Utama, dua klub Divisi Satu. Piala Indonesia menggunakan format baru yakni menggunakan sistem grup dengan format home tournament. Format ini mulai berlaku sejak babak 32 besar hingga babak 8 besar. Adapun babak semifinal dan final menggunakan sistem gugur. Piala Indonesia nantinya akan disiarkan langsung oleh Stasiun Televisi RCTI.

Turnamen Piala Indonesia 2010 dimulai 15 April hingga 1 Agustus 2010 mendatang dan untuk babak 32 besar akan dilaksanakan di delapan kota yaitu Palembang, Lamongan, Karawang, Kediri, Malang, Surabaya, Samarinda, dan Jayapura. Partai final rencananya akan dilakukan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan Jakarta. Pada akhir turnamen, pemenang Piala Indonesia akan mendapatkan jatah ke play off Liga Champions Asia.

Informasi yang diterima Jak Online (JO) dari Manajemen Persija pada Kamis sore ini (1/4) untuk Team Persija Jakarta sendiri di Tournament Piala Indonesia ini akan berada di Group B dengan home group di Kota Lamongan, Jawa Timur. Group B sendiri dihuni oleh 4 team sebagai berikut : Persela Lamongan (Tuan Rumah), Persija Jakarta, Persikab Kab. Bandung, dan Persiba Bantul dari Yogyakarta. Persija Jakarta akan mulai bertanding di Piala Indonesia pada tanggal 14 April 2010 melawan Persela Lamongan dan untuk jadwal selanjutnya akan direlease oleh BLI hari Senin pekan depan.



Sumber : Official Jakmania Selengkapnya...

Selasa, 23 Maret 2010

Persija Vs Persib

Partai "Klasik" antara Persija Jakarta vs Persib Bandung yang rencananya akan digelar di Stadion GBK Senayan Jakarta pada tanggal 25 Maret 2010 nanti menurut informasi yang diterima Jak Online dari Pihak Manajemen Persija telah mendapatkan ijin lisan dari pihak Kepolisian dengan opsi boleh dihadiri penonton/supporter Persija, sementara untuk supporter Persib tidak diperkenankan hadir di GBK pada pertandingan nanti.

Kick off pertandingan ini akan dimulai sekitar pukul 16.00 karena akan disesuaikan jadwalnya dengan rangkaian mata acara HUT ANTV yang tepat pada tanggal 25 Maret 2010 dan akan menyiarkan partai ini secara LIVE sebagai program unggulan dalam meramaikan HUT ANTV.

Sumber : Official Jakmania
Selengkapnya...

  © Blogger template Brooklyn by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP