Jumat, 04 Juni 2010

Bendol: Persija Menang Beruntung


Persija Jakarta melangkah ke babak delapan besar Piala Indonesia 2010 seusai mengalahkan Persisam Samarinda 1-0. Namun, pelatih tim Macan Kemayoran, Benny Dollo mengaku anak asuhnya tidak bermain dalam form terbaiknya.


Hal ini sebagai imbas hancurnya mental Bambang Pamungkas cs seusai dibantai Arema Indonesia 1-5 dalam partai terakhir Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010.

“Waktu kita akan berangkat menuju Solo, mental anak-anak sangat terpuruk. Bahkan, saya tidak membebani anak-anak dengan hasil yang maksimal,” kata Bendol sapaan akrab pelatih kelahiran Ternate ini seusai pertandingan yang
berlangsung di Stadion Manahan Solo, Kamis 3 Juni 2010.

Bendol menambahkan, strategi permainan yang diterapkan tidak berjalan sesuai instruksinya. Bahkan, pola serangan Persija selama pertandingan berlangsung terlihat monoton tanpa adanya kreativitas dari para pemain.

“Padahal, kemampuan Ilham cs cukup bagus. Tapi, karena mental bermain down mempengaruhi matinya permainan,” akunya.

Kemenangan tipis yang diperoleh Persija, menurut Bendol, hanyalah karena timnya dinaungi dewi fortuna. Selain itu, dengan kemenangan ini bisa mengangkat motivasi tim untuk menjalani laga Piala Indonesia selanjutnya.

“Ya, kemenangan ini karena faktor lucky,” ujar Bendol.

Sementara itu, Pelatih Persisam Samarinda, Hendri Susilo mengakui jika pada pertadingan melawan Persija timnya bermain tanpa dibebani pihak manajemen. Pasalnya, sejak awal prioritas tim fokus masuk di jajaran elit ISL. “Makanya kita nothing to lose dalam laga pertandingan Piala Indonesia ini,” ungkap dia. (fajar sodiq/edwan ruriansyah/vivanews)


Sumber : www.bolaindo.com
Selengkapnya...

Persisam Tersingkir dari Piala Indonesia


SAMARINDA - Persisam Putra Samarinda akhirnya gagal menembus babak delapan besar Piala Indonesia 2010 setelah kalah dari Persija Jakarta 0-1 di Stadion Manahan Solo, Kamis (3/5).


Sebenarnya cukup dengan hasil seri Persisam bisa lolos ke babak delapan besar Piala Indonesia, namun gol Aliyudin di menit ke-15 memaksa tim Elang Borneo itu angkat koper dari Piala Indonesia.

Nasib tim asal kota Samarinda ini juga tergantung partai lainya antara Sriwijaya FC dan PSMP Mojokerto yang berakhir dengan skor 10-0 untuk Sriwijaya.

Dengan hasil dua pertandingan grup J itu, yang berhak lolos adalah Sriwijaya FC dan Persija dengan perolehan lima poin, sedangkan Persisam berada di urutan ketiga dengan poin empat.

Hendri Susilo, Pelatih Persisam mengaku timnya mengalami nasib sial, pasalnya beberapa kali serangan yang di bangun pemainnya selalu kandas dan tidak bisa mengubah skor.

"Anak-anak sudah bermain bagus, hanya saja nasib baik memang lagi berpihak untuk Persija, dan mereka bisa meraih kemenangan," jelas Hendri.

Sementara itu Pelatih Persija, Benny Dollo mengaku timnya bermain lebih baik di bandingkan melawan Arema Indonesia pada Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010.

"Inilah permainan sesungguhnya yang diperagakan tim Persija, anak-anak bermain tenang dan menjalankan semua strategi pelatih. Hasilnya, kami bisa menang," jelas Benny Dollo.

Pada laga ini wasit Jumadi Efendi memberikan kartu kuning kepada Aliyudin dan Usep Munandar dan kartu merah untuk Mukti Ali Raja

Susunan Pemain

Persisam: Mukti Ali Raja (pg), Usep Munandar, M Robby, Syapul/Wawan Hendrawan, Fandi Mochtar, Akbar Rasyid, Ronal Fagundes, Achmad Sembiring/Agung Suprayogi, Danilo Fernando/Irsyad Aras, Zaenal Arief, Pipat Thonkanya.

Persija: Rony Try(pg), Leo Saputra, Abanda Herman, Leonard Tupamahu, Erik Setiawan/ Elvis NeisenI, Fahrudin Mustafic, Firman Utina/Agus Indra, M Ilham, Serge Emalue/ Musafry, Aliyudin, Bambang Pamungkas. (putu/ant)


Sumber : www.bolaliar.com
Selengkapnya...

Rabu, 02 Juni 2010

Aliyudin

Supel, mudah bergaul, dan humoris. Itulah sosok Aliyudin. Striker Persija Jakarta itu mampu meraih sukses dalam meniti karir sebagai pemain sepak bola. Berbagai gelar pun telah dia sandang, termasuk pemain terbaik 2007.

Ali begitu sapaan akrabnya- tidak akan pernah menolak untuk diwawancarai meski dalam kondisi capek sekalipun. Aliyudin adalah salah seorang pemain sepak bola profesional yang saat ini merumput bersama Persija Jakarta.

Postur tubuhnya yang hanya setinggi 167 sentimeter tidak menghalanginya untuk menjadi bomber haus gol yang cukup menakutkan tim lawan. Tak heran, pemain kelahiran Cikeas, Bogor, 7 Mei 1980 itu menjadi andalan Macan Kemayoran (julukan Persija) di lini depan. Dia juga masuk dalam skuad timnas Indonesia yang sedang dipersiapkan untuk menghadapi Pra-Piala Asia 2011.

Akan tetapi, masih banyak sebetulnya hal menarik seputar pemain berambut gondrong yang juga suami Achni Kusumawardani tersebut. Ali memulai karir bermain sepak bolanya dari klub Indocement Cirebon pada 1995. Setelah enam tahun menempa diri di klub milik perusahaan semen itu, dia kemudian hengkang ke klub Divisi Utama Pelita Krakatau Steel, sebelum akhirnya berlabuh ke Persikota Tangerang dan Persija.

Saat berkostum Persikota selama tiga musim, Ali berhasil mengoleksi 33 gol. Torehan gol terbanyak dia bukukan pada musim pertamanya di Bayi Ajaib (julukan Persikota) dengan 15 gol. Setelah itu, di dua musim terakhirnya, dia hanya menciptakan 18 gol, masing-masing sembilan gol setiap musim.

Tiga musim merumput bersama Persikota membuat pemain yang dikenal memiliki akselerasi, kecepatan, dan akurasi tendangan yang cukup baik itu menjadi ikon Persikota. Dia bahkan sempat menjadi anak emas manajemen tim kebanggaan warga Kota Tangerang tersebut sebelum akhirnya dilepas ke Persija karena masalah finansial.

Meski tercatat sebagai pemain sepak bola profesional, ajang tarkam alias antar kampung masih sering dilakoninya. Adalah lapangan pasir Kalibaru, Jakarta Utara, tempat dia sering tampil membela klub amatir bersama sejumlah rekannya sesama pemain profesional. Tapi, sejak merumput di Persija, hal itu tak lagi dilakukannya.

Tampil di level kompetisi yang cukup bergengsi membuat Ali mengubah sikap dan lebih profesional. Dia pun pernah dihadapkan pada pilihan sulit ketika istri dan anak semata wayangnya terbaring di rumah sakit. Pada saat yang bersamaan, dia harus bertanding menghadapi Pelita Jaya Jawa Barat di ajang DISL 2008/2009.

Meski begitu, Ali tetap fight, bahkan mampu mencetak dua gol. Tak heran, kepada wartawan sesudah pertandingan, Ali mengatakan bahwa dua gol itu dipersembahkan untuk anak dan istrinya.

"Saya ingin terus berkarir di dunia sepak bola hingga kemampuan sudah habis atau kekuatan saya sudah tidak terpakai lagi di sepak bola," ucap Ali.

Dalam hal ini, Ali akan berhenti dari dunia sepak bola sebagai pemain profesional apabila sudah tidak dibutuhkan lagi di timnas maupun klub-klub Indonesia. Kendati meninggalkan karir profesionalnya sebagai pemain sepak bola, Ali tetap akan turun di dunia sepak bola sebagai pelatih. "Selain mencoba untuk menjadi pelatih, saya juga akan membuka bisnis kecil-kecilan," katanya.

Data Diri:

Nama: Aliyudin

Tempat, tanggal lahir: Cikeas, 7 Mei 1980

Umur: 28 tahun

Posisi: Striker

Karir:

Indocement 1995-2001

Pelita KS 2001-2003

Persikota Tangerang 2003-2006

Persija Jakarta 2006-sekarang

Timnas 2004-sekarang




Sumber : www.bolaindo.com
Selengkapnya...

Selasa, 01 Juni 2010

Pesta Rakyat Arema Dijaga Ketat


MALANG - Sebanyak seribu personel kepolisian dari Polresta Malang bakal diturunkan untuk mengamankan pesta rakyat dan konvoi "Aremania" (suporter Arema) merayakan prestasi Arema Indonesia yang meraih gelar juara Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010.

Kapolresta Malang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Daniel T.M. Silitonga, Selasa, mengatakan, pihaknya akan "all out" dalam mengamankan pesta rakyat yang dipusatkan di Lapangan Rampal pada Rabu (2/6). "Seluruh anggota dan kekuatan Polresta kita libatkan untuk mengamankan pesta rakyat ini, baik untuk pengamanan tertutup maupun terbuka. Kurang lebih seribu personel yang kita turunkan," ucapnya menegaskan.

Menurut dia, ada beberapa titik yang diamankan secara khusus karena rawan kemacetan, di antaranya adalah pintu masuk ke Kota Malang dari berbagai arah seperti Gadang, Blimbing, dan Dinoyo. Daniel mengimbau supaya Aremania juga menghargai para pengguna jalan lainnya, termasuk kendaraan yang berpelat Nopol L (Surabaya).

"Orang yang mengendarai kendaraan plat L belum tentu orang Surabaya, bisa saja orang Malang sendiri atau dari daerah lain, jadi jangan bertindak kurang menyenangkan bagi pengendara lainnya," ujarnya berharap.

Untuk merayakan prestasi yang diukir Arema Indonesia itu, berbagai bantuan terus mengalir ke panitia. Bantuan terbanyak berupa air mineral, nasi bungkus, dan alat-alat musik serta kesenian tradisional untuk memeriahkan acara.

Koordinator pesta rakyat Ade Herawanto mengatakan, panitia juga mengundang perwakilan "Aremania Batavia" yang ada di Jakarta karena selama tur, Batavia untuk menyaksikan pertandingan terakhir Arema Indonesia melawan Persija, mereka yang paling sibuk mengurus segala keperluan Aremania yang datang dari Malang.

"Kerja keras dan perjuangan mereka juga harus diapresiasi dan mereka layak untuk ikut merayakan kemenangan Arema Indonesia ini. Mereka juga bagian dari kita, Aremania," ucap Ade yang juga PNS Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Malang itu menegaskan.

Setelah predikat juara diraih Arema Indonesia di Pekanbaru Rabu (26/5) lalu, ribuan Aremania secara terus menerus melakukan konvoi memadati jalanan, dan puncaknya pada pesta rakyat yang digelar Rabu (2/6).

Sumber : www.bolaliar.com
Selengkapnya...

Persija Lawan Persisam di Solo

Perhelatan puncak kompetisi Divisi Utama 2009-2010 di Stadion Manahan, telah berakhir. Namun markas Persis Solo tersebut segera kembali digunakan untuk menggelar pertarungan sepak bola nasional. Yakni Persija Jakarta menghadapi Persisam Samarinda dalam babak 16 besar Piala Indonesia 2010, Kamis (3/6) mendatang.



"Perizinan sudah oke. Kami juga sudah melakukan persiapan sebagaimana pertandingan reguler untuk laga Persija versus Persisam nanti," kata Paulus Haryoto, ketua panpel Persis yang dipercaya mengkoordinasikan penyelenggaraan duel itu, Senin (31/5).

Pertarungan tersebut semestinya digelar di Jakarta beberapa waktu lalu. Namun karena berbagai alasan, antara lain menyangkut perizinan, akhirnya ditunda dan BLI menunjuk Stadion Manahan sebagai ajang pertandingan itu. Tim Persiba sudah tiba di Kota Bengawan, Senin (31/5). Skuad Macan Kemayoran itu menggunakan The Sunan Hotel sebagai markas sementaranya. Sedangkan Persisam dijadwalkan tiba di Solo, Selasa (1/6) ini. "Kedua tim akan melakukan uji coba lapangan, Rabu (2/6)," tutur Paulus. (setyo wiyono/suaramerdeka)

Sumber : www.bolaindo.com

Selengkapnya...

  © Blogger template Brooklyn by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP