Sabtu, 05 Juni 2010

Manajer Persija Tunggu Perintah Foke


Mendapat tugas di tempat baru, manajer Persija Jakarta pastikan posisinya di Macan Kemayoran tunggu perintah gubernur DKI Jakarta.

Oleh Yuslan Kisra


Manajer Persija Jakarta Harianto Badjoeri memastikan posisinya di manajemen Macan Kemayoran saat ini tinggal menunggu perintah gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, setelah dirinya tidak lagi menjabat sebagai kepala dinas Trantib DKI.

Sebagai aparat di lingkup pemerintah ibukota lanjutnya, semua tergantung dari Bang Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, sebagai pemegang kendali. Termasuk kelanjutan nasibnya untuk terus mengendalikan manajemen Persija, setelah dua musim menduduki kursi manajer tim.

"Mengenai kelanjutan tugas saya di Persija, semua tergantung perintah Foke. Jadi apa pun bisa terjadi, dan semua tergantung beliau. Sejauh ini, saya hanya menunggu perintah saja,” kata Badjoeri menanggapi pertanyaan wartawan seputar statusnya sebagai manajer Persija.

Ditanya apakah dirinya tetap ingin mengemban tugas sebagai manajer Persija sekiranya mendapat restu dari Foke, Badjuri yang mendapat tugas baru sebagai direktur pengembangan PT Jaya Ancol, mengaku tidak ada alasan untuk menolak perintah tersebut.

Seperti diketahui, peluang Effendi Anas menggantikan Badjoeri di manajemen Persija cukup terbuka, mengingat mantan walikota Jakarta Utara ini bukan orang baru di sepakbola dan bahkan hingga saat ini masih menjadi ketua umum Persitara Jakarta Utara.

Meski begitu, sama dengan Badjoeri, pria yang akrab disapa Bang Effan ini mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada Foke sebagai pimpinan tertinggi di DKI Jakarta, terkait kemungkinan dirinya menempati posisi manajer Persija dan menggantikan Badjoeri.


Sumber : www.goal.com
Selengkapnya...

Bursa Ketum Persija Dibuka


Bursa Ketua Umum (Ketum) Persija Jakarta mulai dibuka. Klub berjuluk Macan Kemayoran itu mengklaim sudah memiliki tiga nama calon suksesor Ketum Toni Tobias. Pertikaian internal Persija mencapai klimaks setelah dibekukannya status kepengurusan lama, Kamis (3/6).

PSSI akhirnya melegalkan kepengurusan Persija hasil rapat umum luar biasa (RULB) anggota, Senin (14/6). Bola salju pun menggelinding cepat dengan munculnya tiga kandidat ketum baru. Sony Soemarsono dan Zulfikar Utama diklaim sebagai nominator dari internal klub. Satu nama lain berasal dari kalangan pengusaha.

’’Kami belum bisa sebutkan satu nama terakhir. Tapi yang jelas, dia juga layak sebagai ketum dan siap membawa investor. Pak Sony dan Pak Zulfikar juga layak, apalagi lama berada di lingkungan klub. Persija saat ini membutuhkan orang-orang seperti mereka yang memiliki jiwa entrepreneur,” ungkap anggota Tim Formatur Bambang Sutjipto kemarin.

Bambang menambahkan, pemilihan ketum Persija rencananya dilakukan paling lambat sepekan seusai diterbitkannya surat keputusan (SK) PSSI tentang legalisasi pengurus hasil RULB. Saat ini mereka memang sedang menunggu keputusan tertulis PSSI terkait status nonaktif Toni Tobias.

”Kami menunggu SK itu ditandatangani. Begitu turun, kami akan langsung tindak lanjuti dengan pemilihan ketum baru. Tidak lebih dari seminggu, tapi bisa saja lebih cepat karena PSSI akan turun tangan,” lanjutnya.

PSSI diklaim akan menjadi fasilitator proses rekonsiliasi internal Persija. Sebab, sebelumnya PSSI juga membentuk tim yang berjumlah lima orang untuk melakukan verifikasi dasar hukum pelaksanaan RULB.

”Nantinya PSSI yang akan mendamaikan 30 klub anggota Persija yang selama ini terpecah belah. Tujuannya biar tidak canggung setelah berbeda pendapat sekian lama. Sebenarnya status ketum baru bisa ditetapkan saat itu juga. Anggota tetap memiliki hak suara penuh dan bebas memilih satu dari tiga nama itu, meski fasilitatornya PSSI,” ujarnya

Internal Macan Kemayoran hasil RULB juga mengakui sudah mengantongi dukungan anggota 90% dari 30 klub untuk melakukan perombakan pengurus. Sementara itu, CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono menyatakan, keputusan legalisasi pengurus Persija hasil RULB menjadi kewenangan penuh PSSI. (wahyu argia/sindo)



Sumber : www.bolaindo.com
Selengkapnya...

Jumat, 04 Juni 2010

Pelatnas Tak Ganggu Jadwal Klub


Kabar bakal dihelatnya pe­lat­nas jangka panjang untuk tim nasional (timnas) PSSI terus menggelinding. Hal itu mem­buat klub-klub cemas. Terutama, tim yang menyumbangkan banyak pemain ke ajang seleksi tim Merah Putih. Pihak klub kha­watir tidak bisa menggunakan jasa pemainnya dalam waktu lama.


Namun, hal itu dibantah pelatih timnas Alfred Riedl. Pria asal Austria tersebut menegaskan, pelatnas adalah proses penting untuk membentuk skuad yang solid, tapi bukan berarti harus merugikan klub.

"Sebelumnya, memang ada rencana pelatnas jang­ka panjang. Tetapi, setelah dikaji ulang, ternyata ada format lain. Jadi, klub tidak perlu khawatir. Sebab, pemain bisa tetap membela klub," ujar Riedl setelah memimpin seleksi timnas di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, kemarin (3/6).

Riedl menjelaskan, untuk menghadapi Piala AFF pada Desember mendatang, timnas akan menggeber tiga kali pelatnas. Pelatnas pertama dimulai pada 1 Agustus nanti. Menurut mantan pelatih Vietnam itu, ada 25 pemain yang akan dipanggil.

Sebelumnya, Iwan Budianto, asisten manajer timnas, menjelaskan bahwa timnas belum menemukan format pelatnas. Yang jelas, kata mantan manajer Persik Kediri itu, timnas akan mencari cara yang tidak merugikan semua pihak.

Saat ini, ada sekitar 50 pemain yang masuk seleksi timnas. Mereka dibagi dalam dua wilayah seleksi, yakni timur dan barat. Seleksi wilayah timur dilaksanakan dua hari ini di Makassar. Sedangkan seleksi wilayah barat dihelat di Jakarta. (zul/ca/jawapos)



Sumber : www.bolaindo.com
Selengkapnya...

The Jakmania Pastikan Tetap Hadir Di Malang

Kecewa dengan pemindahan laga Perang Bintang, kelompok suporter fanatik tim ibukota pastikan tetap akan hadir di Malang.


Oleh Yuslan Kisra

Ketua harian The Jakmania, kelompok suporter fanatik Persija Jakarta, Laricco Ranggamone mengaku kecewa berat dengan pemindahan laga Perang Bintang Superliga 2009/10 dari Jakarta ke Malang.


Menurutnya, tudingan yang menyebutkan pemindahan laga ini akibat ulah kelompoknya yang melakukan kerusuhan usai memberikan dukungan kepada tim kebanggannya melawan Arema Indonesia pekan lalu, terlalu paranoit.

Hal tersebut karena pelaku kerusuhan tidak sepenuhnya anggota The Jakmania, meski pada kenyataannya para perusuh itu mengenakan atribut warna orange, yang merupakan ciri khas dari kelompoknya.

"Itu jelas paranoid berlebihan. Memang, The Jakmania itu warna khasnya orange. Tapi harus dipahami, orange bukan berarti The Jakmania, yang tentu bisa saja dipakai pihak lain dan mengatasnamakan kelompok kami," ketusnya.

Ditambahkan, meski kecewa berat, kelompoknya tetap akan meluncur ke Malang guna memberikan dukungan bagi tiga pemain Persija yang akan tampil di laga bergengsi yang mempertemukan Arema Indonesia sebagai juara Superliga musim ini kontra tim Superliga All Star hasil polling pesan singkat (SMS).


Sumber : www.goal.com
Selengkapnya...

The Jakmania Kecewa "Perang Bintang" Dipindahkan


Kepindahan laga "Perang Bintang" dari Gelora Bung Karno ke Stadion Kanjuruhan, Malang ternyata membawa kekecewaan mendalam bagi The Jakmania--sebutan suporter Persija Jakarta.


Polda Metro Jaya menuding Jakmania-lah sebagai penyebab kerusuhan di pertandingan terakhir Arema Indonesia kontra Persija pekan lalu. Hal ini juga menjadi penyebab dipindahnya laga perang bintang ke Malang.

Namun hal tersebut disangkal ketua harian Jakmania, Laricco Ranggamone di Jakarta, Kamis (3/6/2010).

"Saya rasa itu adalah paranoid yang berlebihan. Jakmania itu orange tapi orange bukan berarti Jakmania," ketusnya.

Ia melanjutkan, "Untuk masalah insiden kemarin, kami akui tapi itu tidak sepenuhnya orang kami."

Meski demikian, Rico menambahkan pihaknya akan tetap memberikan dukungan bagi "Macan Kemayoran" mengingat tiga pemain Persija masuk dalam daftar pemain "All Star Djarum ISL 2010".

"Yang pasti kami akan mengirim perwakilan. Saat ini kami masih berada di Solo dengan total 1.500 suporter. Paling tidak separuh dari jumlah tersebut akan datang," imbuhnya. (c6-10/lou/kompas)



Sumber : www.bolaindo.com
Selengkapnya...

  © Blogger template Brooklyn by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP