Senin, 05 Desember 2011

Persija Jakarta Kehilangan Sosok Pedro Javier


Kurang maksimalnya permainan Persija Jakarta dalam dua laga awal di ISL tak lepas dari absennya legiun asing yang menjadi goal getter, Pedro Javier. Pemain asal Amerika Latin itu, masih tersandung masalah International Transfer Certificate (ITC).

"Saya sebenarnya tidak mau banyak alasan, tapi ketidakhadiran Pedro Javier jadi masalah bagi kami," kata pelatih Persija, Iwan Setiawan, seusai laga menghadapi Persidafon Dafonsoro di Stadion Utama GBK, Senin (5/12/2011).

Iwan mengaku sejak awal telah menyiapkan Bambang Pamungkas berduet dengan Pedro di lini depan. Namun, absennya Pedro memaksa Iwan memainkan Robertino Pugliara sebagai second striker untuk menyokong BP. Padahal, posisi ideal Robertino adalah playmaker.

"Pedro salah satu goal getter kami, jadi tidak adanya Pedro memaksa kami untuk memainkan Robertino bermain agak menyerang," paparnya.

Hal itu membuat Persija kehilangan sosok playmaker yang mampu mengatur ritme permainan. "Saya mengakui kami tidak punya playmaker. Saat Pedro tidak ada, Robertino dipaksa menjadi second striker. Di situlah masalah mulai muncul," pungkasnya.http://www.blogger.com/img/blank.gif



Sumber : www.bolaindo.com
Selengkapnya...

Jumat, 02 Desember 2011

Iwan Setiawan Anggap Persija Beruntung


Persija Jakarta meraih kemenangan perdana mereka digelaran Indonesia Super League 2011-2012 dengan mengalahkan Deltras Sidoarjo 1-0, Kamis (1/12/2011). Meski demikian, kemenangan ini tak diraih dengan mudah. Hal ini diakui oleh Pelatih Persija, Iwan Setiawan.

"Ini laga yang berat. Kalau boleh jujur kemenangan ini sebuah keberuntungan untuk tim. Kalau melihat dari pemainan dan penguasaan bola, Deltras lebih baik dari kami," kata Iwan dalam konferensi pers seusai pertandingan.

"Harap dimaklumi, Persija ini bukan Persija dulu yang bertabur pemain bintang. Tim ini merupakan gabungan antara pemain bintang dengan pemain muda," lanjutnya.

Walau tampil kurang gemilang, Iwan tetap memuji penampilan anak asuhnya. Ia mengapresiasi hasil dari perjuangan anak asuhnya. Namun, ia menyatakan timnya harus segera berbenah karena perang sudah dimulai.

"Tak ada alasan bagi kami untuk tidak siap menghadapi IShttp://www.blogger.com/img/blank.gifL. Peperangan sudah dimulai dan dengan segala kelebihan dan kekurangan kami, kami harus sudah siap untuk maju," ujarnya.

Iwan lantas menyesalkan keputusan PSSI yang melarang Pedro Javier tampil dalam laga ini karena permasalahan administrasi. "Kami kecewa Pedro Javier tal bisa dimainkan padahal sudah diproyeksikan akan bermain bersama Bepe (Bambang Pamungkas). Beruntung (Rahmat) Affandi bisa mencetak gol," jelasnya.




Sumber : www.bolaindo.com
Selengkapnya...

Kamis, 01 Desember 2011

Macan Kemayoran Menjaga Stabilitas

Skuad Persija Jakarta akan mengawali kompetisi Indonesia Super League (ISL) sore ini. Bambang Pamungkas dkk akan diuji oleh Deltras Sidoarjo dalam laga perdana di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Pelatih Persija Iwan Setiawan mengatakan, pertandingan ini merupakan momentum untuk menjaga stabilitas tim jelang melakukan pertandingan selanjutnya. ” Kemenangan akan menjadi modal positif untuk tim,” jelas mantan pelatih Persikabo Bogor itu kepada INDOPOS kemarin. Iwan mengaku, masalah finishing pada pemain depannya tidak akan terjadi lagi saat menjamu tim julukan The Lobster itu sore ini. Pasalnya, jika memang tim tidak mampu memecah kebuntuan, hal itu dikhawatirkan akan mempengaruhi kinerja pemain lainnya. ”Semoga Bambang Pamungkas bisa terus menjaga ketenangannya dan mampu memecah kebuntuan. Kami juga harap striker lainnya mampu menjaga kesabaran dan ketenangan saat memiliki peluang ketika melawan Deltras,” katanya. Sementara itu, Deltras nampaknya belum puas dengan skuad yang dimiliki sekarang. Manajemen Deltras masih memburu striker asing. Nah, saat melawan Persija, jajaran pelatih dan manajemen tim diharapkan mampu mempelototi kinerja Deltras untuk sekalian mengevaluasi kinerja teknis. “Kita lihat saja nanti pemain itu berasal dari negara mana, kebutuhan tim akan terlihat pada saat melawan Persija di Senayan,” kata Manajer Deltras Yudha Pratama kemarin. Saat ini Deltras masih memiliki empat pemain asing, itu berarti jatah pemain asing untuk Deltras kurang satu. Sekarang ini manejemen sudah berusaha untuk mendatangkan pemain asing tersebut. “Jika tim memang masih membutuhkan pemain, maka kami (manejemen Deltras) akan berusaha mencari,” ungkapnya. Penyerang Deltras Budi Sudarsono berjanji akan berusaha memberikan permainan terbaik sehingga bisa mencuri poin di kandang Macan Kemayoran. “Kami harus memberikan permainan yang maksimal untuk tim. Termasuk saya harus bisa mencetak gol ke gawang Persija,” ungkapnya. Sumber : www.bolaindo.com Selengkapnya...

Rabu, 30 November 2011

Harga Tiket PERSIJA Alami Kenaikan

Sebanyak 27 ribu lembar tiket akan di cetak dan dialokasikan manajemen Persija Jakarta, saat timnya menghadapi Deltras Sidorjo pada laga pembuka Indonesia Super League (ISL), Kamis (1/12). Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, jakarta. Rinciannya, 20 ribu tiket untuk kelas II, kelas I 5 ribu tiket dan VIP Barat dan VVIP 2 ribu tiket. Kisaran harga di mulai dari harga termurah Rp30 ribu dan tiket kelas II dan Rp300 ribu bagi penonton yang menempati kursi VVIP. Pada musim lalu, harga tiket pertandingan yang termurah tim berjuluk Macan Kemayoran dimulai dari Rp15 ribu. "Kenaikan harga tiket tersebut sudah diproyeksikan sejak awal. Tapi, khusus The Jakmania-sebutan suporter Persija- sudah mengetahuinya. Naiknya itu sekitar 20 persen dari harga tiket pada musim lalu," ujar Viola Kurniawati, juru bicara Persija kepada Bola.net. Keputusan menaikkan harga tiket bukanlah tanpa alasan. Proses kemandirian klub-klub peserta ISL yang tidak boleh lagi menggunakan dana APBD jadi alasan utama. Artinya, manajemen Persija harus pintar-pintar mencari dana, demi keberlangsungan tim mengikuti kompetisi semusim penuh. Selain itu, tentunya tetap mencari sponsor utama untuk menghidupi tim. Sebelumnya, masih menurut Viola, sekitar 42 ribu lembar tiket sudah dialokasikan dalam turnamen Trofeo Persija yang melibatkan Sriwijaya FC dan PSMS Medan, Minggu (27/11) lalu. Yang menarik, ketika itu delapan tribun tersebut dinamai para punggawa Persija. Mulai dari sang ikon Bambang Pamungkas, Ismed Sofyan hingga tribun Persija. Alokasi Tiket Persija vs Deltras: -Kelas II (20 ribu lembar) Rp30.000 -Kelas I (5 ribu lembar) Rp50.000 -VIP Barat dan VVIP (2 ribu lembar) Rp 150.000 dan Rp300.000 Sumber : www.bolaindo.com Selengkapnya...

Senin, 28 November 2011

Bepe: Tak Diakui PSSI, Persija Tetap Solid

Kesuksesan Persija Jakarta milik Ferry Paulus merebut gelar juara trofeo HUT Persija diakui kapten tim, Bambang Pamungkas tak lepas dari motivasi pemain ingin membuktikan kualitas tim meski tidak diakui PSSI. Menurut pemain yang akrab disebut Bepe tersebut, skuad Macan Kemayoran ingin menunjukan kebenaran di tengah dualisme di tubuh Persija tersebut. "Walaupun Persija tidak diakui PSSI, tapi saya yakin pemain-pemainnya masih solid. Mereka tetap berada di Persija. Saya yakin mereka tahu siapa Persija yang sebenarnya," ujar Bambang usai pertandingan melawan Sriwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu, 27 November 2011. Dalam perebutan juara trofeo memperingati HUT Persija tersebut, dua klub ISL, Sriwijaya FC, dan PSMS Medan di undang Persija sebagai kontestan yang saling bertemu pada pertandingan 45 menit. Persija selaku tuan rumah akhirnya menjadi juara setelah menang atas dua lawannya, lewat drama adu penalti. Pada pertandingan pertama melawan PSMS Medan, Bambang Pamungkas yang bermain imbang dengan skor satu sama akhirnya memenangkan laga lewat adu penalti. Persija akhirnya memastikan juara setelah di pertandingan keduanya melawan Sriwijaya FC bermain imbang tanpa gol. Pertandingan ini pun harus diakhiri dengan adu penalti. Penjaga gawang muda Persija, Andrytani Adhyaksa menjadi pahlawan kemenangan Persija atas Sriwijaya FC setelah sukses menahan eksekusi penalti yang dilakukan Rahmad Rivai. Pelatih Persija, Iwan Setiawan mengatakan, kemenangan tersebut merupakan jawaban atas keraguan suporter yang sebelumnya mempertanyakan kualitas tim lantaran terganggu kisruh dualisme di tubuh Persija. "Kami Persija mengalami banyak masalah sebelum laga ini. Terutama soal dualisme kepemilikan. Tapi itu kemudian malah membuat kami semakin kompak. Kami yang merasa terdzolimi menjadikan itu sebagai cambuk buat kami. Meski keadaan seperti ini, tapi saya yakin semua pemain kalau bermain dengan hati pasti akan menghasilkan yang terbaik," ujar Iwan. Sumber : www.bolaindo.com Selengkapnya...

  © Blogger template Brooklyn by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP