Rabu, 15 Februari 2012

Jelang Lawan Persela, Persija Puas Kondisi Lapangan

Persija Jakarta akan berhadapan dengan Persela Lamongan, 15 Februari 2012. Hari ini, tim berjuluk Macan Kemayoran itu menjajal lapangan Stadion Wilis, Madiun yang akan dipakai menjadi arena pertarungan dengan Laskar Joko Tingkir. Pelatih Persija, Iwan Setiawan mengaku cukup puas dengan kondisi lapangan. Menurutnya, secara keseluruhan, kondisi lapangan Stadion Wilis lebih baik dari Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. “Rumputnya bagus, meskipun permukaannya tidak rata. Kami berlatih agak di luar kebiasaan. Dalam latihan tadi kami banyak memainkan game di sisi lapangan berbeda untuk lebih mengenal medan,” kata Iwan saat dihubungi VIVAbola, Selasa, 14 Februari 2012. Menurut Iwan, kondisi lapangan memang menjadi salah satu perhatian utama mereka jelang laga tandang menghadapi Persela tersebut. Sebab, pada beberapa pertandingan terakhir, Persija kerap mengalami kesulitan dalam memaksimalkan pola penyerangan jika kondisi lapangan tak sesuai harapan. “Kami memang menganggap penting persoalan lapangan ini. Kondisi rumput yang baik dengan kontur tanah yang rata tentu akan berpengaruh terhadap gaya permainan kami. Karena itu saya sendiri menitik beratkan materi latihan tadi agar anak-anak dapat mengenal baik kondisi lapangan,” ujar Iwan menjelaskan. Jelang pertandingan menghadapi Persela tersebut, Iwan Setiawan memang sempat mengaku khawatir dengan kondisi stadion Wilis, Madiun, yang bakal menjadi ajang pertempuran. Stadion ini dipilih Persela sebagai home base mereka menjamu Persija lantaran Stadion Surajaya Lamongan masih direnovasi. Stadion Wilis sendiri merupakan stadion lama dengan kapasitas 25.000 penonton. “Ada pengaruhnya jika kami bermain di lapangan yang rumputnya tidak bagus. Secara keseluruhan, kondisi tersebut akan menyulitkan kami dalam mengembangkan permainan. Taktik penyerangan yang dibangun menjadi tidak maksimal. Mudah-mudahan sih tidak ada masalah,” ujar Iwan. Selain persoalan rumput lapangan, Iwan mengatakan saat ini kondisi tim sedang dalam kepercayaan diri tinggi. Seharusnya, dengan kondisi seperti ini, Persija dapat tampil maksimal dengan membawa pulang tiga poin dari markas Persela. Apalagi, skuad inti yang bakal diturunkan juga sedang on fire. “Kondisi pemain secara keseluruhan baik. Tidak ada pemain yang absen lantaran akumulasi kartu maupun cedera. Tinggal bagaimana mereka bisa bermain maksimal dalam laga besok. Kami akan bermain dengan kekuatan penuh untuk bisa meraih target kemenangan,” ujar Iwan. Sumber : bolaindo.com Selengkapnya...

Minggu, 12 Februari 2012

Fokus latihan Fisik, persiapan akhir menghadapi Persela

Menjalani pertandingan yang bisa dibilang cukup melelahkan dimana Persija selama seminggu ini harus bermain di beberapa kota, cukup menguras fisik pemain, oleh karena itu dua hari latihan persiapan terakhir lebih di fokuskan untuk menjaga kondisi fisik pemain. Seperti yang terjadi pagi ini Sabtu 11/2 Persija menyelesaikan latihan pagi di stadion Lebak Bulus, dan Minggu 12/2 Persija kembali menggelar latihan pagi mulai pukul 07.00 ditempat yang sama Pertandingan away Persija menghadapi Persela sendiri terpaksa harus digelar di Stadion Wilis, Madiun karena stadion Surajaya Lamongan sedang dalam renovasi. Coach Iwan Setiawan, “Pertandingan menghadapi Persela akan menjadi partai yang cukup seru meskipun Persela harus bermain di luar home mereka, menurut saya itu tidak akan banyak berpengaruh, dan akan tetap tampil ngotot menghadapi Persija. “Latihan di dua hari terakhir sebelum keberangkatan, lebih difokuskan menjaga kondisi fisik, Persija dalam seminggu terakhir menjalani pertandingan dengan jarak yang cukup jauh, lebih menggenjot fisik pemain, itu yang menjadi fokus dalam dua hari latihan terakhir, pungkas Iwan Setiawan (Zani-JO) Sumber : jakmania.org Selengkapnya...

Selasa, 07 Februari 2012

Macan Kemayoran Terkam Mutiara Hitam

Persija Jakarta sukses menekuk tamunya Persipura Jayapura dengan skor tipis 1-0 pada laga lanjutan Superliga Indonesia (ISL) 2011/12 di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Gol semata wayang striker tajam Persija Bambang Pamungkas dari titik putih sudah lebih dari cukup untuk menghadirkan tiga poin krusial bagi tim ibu kota sekaligus menghapus kekalahan pahit sebelumnya dari tim asal Papua lainnya, Persiwa Wamena. Pada laga ini juara bertahan ISL tidak diperkuat striker andalan Boaz Solossa yang masih berkutat dengan cedera yang dialaminta. Di awal pertandingan, tim Mutiara Hitam langsung menguasai jalannya pertandingan. Serangan demi serangan dilancarkan ke arah jantung pertahanan Persija yang lebih berkonsentrasi di area belakang sambil sesekali melakukan serangan balik. Berulangkali Alberto Goncalves memperlihatkan manuver berbahaya di depan gawang Persija Andrytani namun alih-alih berbuah hasil positif, Persipura justru mendapat bencana jelang babak pertama berakhir. Berawal dari tendangan bebas yang dilakukan Ismed Sofyan, bola mengenai tangan bek Bio Paulin di area kotak penalti. Tak ayal wasit Hadi Suroso yang memimpin jalannya pertandingan langsung menunjuk titik putih. Bepe yang ditunjuk sebagai algojo tidak menyi-nyiakan kesempatan emas untuk membawa timnya unggul. Situasi yang tidak jauh berbeda terjadi di interval kedua. Persipura tetap melancarkan serangan berbahaya namun kali ini para pemain Persija lebih tenang dalam menghadapi tekanan berat lawan. Di menit 68 Persipura nyaris menyamakan kedudukan melalui pemain muda Lukas Mandowen. Tendangan chip penyerang bertubuh mungil itu diselamatkan mistar gawang. Gempuran tim tamu tidak berhenti namun penyelesaian akhir yang terburu-buru membuat mereka gagal menggetarkan jala lawan. Hingga laga berakhir skor tidak berubah 1-0 untuk keunggulan Persija. Dengan kemenangan ini Persija menempati peringkat ketujuh klasemen sementara dengan nilai 16 dari sembilan pertandingan sementara status capolista Persipura terancam digeser oleh Persiwa dan Sriwijaya FC. Sumber : www.goal.com Selengkapnya...

Sabtu, 04 Februari 2012

BAMBANG PAMUNGKAS, idola, panutan dan seribu kata yang tak pernah cukup….

Siang itu kegiatan gw membaca tabloid kesayangan gw agak terganggu oleh ulah dua bocah yg “beradu” argument. “Bepe yg paling jago, nyundulnya hebat” ujar bocah yg kebetulan saat itu memakai jersey persija bernomor 20 bertuliskan BAMBANG P di bagian belakangnya. “Gak bisa, gonjales paling jago” bocah satunya tak mau kalah mengeluarkan pujian pada pemain jagoannya,dan kebetulan pula dia memakai kaos merah timnas dengan nama GONZALES. Kegiatan membaca gw benar-benar gw hentikan, ehmmmm Bambang Pamungkas, sosok yang tak mungkin di lepaskan dari hingar bingar sepakbola nasional dalam kurun waktu 1 dekade terakhir. Pemain kelahiran salatiga, 10 Juni 1980 ikon klub PERSIJA JAKARTA, satu-satunya klub profesional dalam negeri yg pernah ia bela hingga saat ini, loyalis yang mungkin akan sangat sedikit kita jumpai keidentikannya sekarang ini. Awal karirnya, kesan yang timbul ketika di sebutkan nama bepe adalah jago header. Ya, Bepe adalah penyundul kelas wahid negeri ini, yang jika diperhatikan lebih seksama sangat kontras dengan tinggi badannya “hanya” 168 cm. Tapi kini orang (gw khususnya) mengenal sosok Bambang pamungkas bukan hanya sebagai raja udara, tapi lebih dari itu, berbicara skill maaf kalo gw berani menyebut bambang adalah tipikal pemain dengan teknik komplet, kaki kanan,kiri dan kepalanya hidup, tendangan bebasnya pun berkelas. Selain itu seorang bepe adalah profesional sejati, loyalis, santun, pintar, dan pemain tingkat intelejensia yg tinggi karena satu dari sedikit pemain Indonesia yang mampu berkomunikasi menggunakan bahasa inggris dengan baik, ganjaran yang sudah sepantasnya didapatkan disaat Ban KAPTEN timnas yg membebat lengannya. Gw adalah satu dari mungkin ribuan orang melek bola yang menjadikan Bambang Pamungkas panutan tidak saja di dalam tapi juga di luar lapangan, dan konyolnya ada orang yang “benci” pada sosok pemain yg hingga kini adalah pemegang rekor caps dan gol terbanyak di timnas Indonesia. Maaf bukan gw terjebak fanatisme buta, tapi gw belom bisa menemukan alasan yang tepat membuat mereka membenci Bepe, sebagai contoh, bepe lamban? kenapa itu tak dijadikan alasan 5-7 tahun lalu? Bepe tidak produktif? dia adalah 1 dari 2 pemain lokal ( bersama boas, tanpa menghitung el loco yang naturalisasi ) yang selalu konsisten berada di daftar top skor liga tiap musimnya. Jadi, beri alasan yang tepat dan jangan asal bilang benci dan mengolok olok kapten timnas tanpa sebab yg jelas, sebelum mencibir bepe liat apa yang sudah idola lo atau diri lo lakukan untuk sepakbola negeri ini? Selalu gw bilang, membicarakan seorang Bambang Pamungkas tidak akan cukup dengan media sebuah buku yang terbatas halaman, Bepe adalah cerita trailer yang akan terus berseri dan kita akan terus di buat menebak apa cerita selanjutnya. Semakin kita keras berusaha menebak maka makin sulit menemukan jawabannya karena yang tahu apa isi dari cerita selanjutnya adalah sang khalik sebagai penulis skenario dan Bambang Pamungkas sendiri sebagai tokohnya. Selama Bepe masih berperan dan berkenan memberikan sumbangsihnya pada bola negeri ini (yang semakin tidak jelas juntrunganya paling tidak melihat kondisi saat ini), alangkah baiknya yg kita berikan adalah support, dukungan dan motivasi bukan malah cacian, makian atau olok-olok konyol yang tidak ada gunanya. (Repez-JO) GUA ANGKAT RESPEK TINGGI BUAT IDOLA GUA BAMBANG PAMUNGKAS… JUGA BUAT LO YG GAK MENYUKAI BELIAU TAPI MENUNJUKAN SIKAP ELEGAN SEBAGAI SEORANG MAKHLUK SOSIAL YANG D KARUNIAI RASA SALING MENGHORMATI. MAJU TERUS KAPTEN……. BAMBANG PAMUNGKAS20 Sumber : jakonline.asia Selengkapnya...

Jumat, 03 Februari 2012

Kisruh Suporter Iringi Kekalahan Persija Jakarta

Tim Ibu kota Persija Jakarta dipaksa menelan kekalahan tipis 2-1 dari Persiwa Wamena pada laga lanjutan Superliga Indonesia 2011/12 yang berlangsung di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Jumat (3/2) petang WIB. Meski diselingi beberapa adegan keras, laga kedua tim berjalan menarik sayang insiden memalukan hingga laga terhenti beberapa lama terjadi di babak kedua. Persija yang bertindak sebagai tuan rumah, mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Beberapa peluang mampu mereka raih melalui Ramdani Lestaluhu, Octavianus dan Bambang Pamungkas namun kegemilangan kiper muda Galih Firmansyah mampu meredam semua serangan tim berjuluk Macan Kemayoran. Skor imbang kacamata bertahan hingga babak pertama usai. Dibombardir di babak pertama, Persiwa justru membuka gol di awal interval kedua. Bermula dari set-piece tendangan sudut, bola disambut tandukan kepala Yuichi Shibakoya yang kemudian disempurnakan Yesaya Desnam. Dalam posisi tertinggal, Persija coba meningkatkan tempo permainan. Upaya ini berhasil menghadirkan beberapa peluang emas namun gol yang dinanti tak kunjung datang. Kericuhan terjadi pada menit 74. Wasit Setiyono yang memimpin pertandingan memberikan hadiah penalti pada Persija setelah Yuichi dianggap hand ball di kotak terlarang. Tidak terima dengan keputusan tersebut, pemain Persiwa melakukan protes keras dan tidak lama kemudian suporter Persiwa ikut memasuki lapangan hijau mengejar wasit. Gagal melampiaskan kekesalan, pemain Persija mulai diburu termasuk suporter di tribun, beruntung aksi ini bisa diredam petugas keamanan. Setelah pendekatan persuasif dilakukan perangkat pertandingan, laga akhirnya dilanjutkan dan penalti dieksekusi Bambang Pamungkas dengan baik untuk menyamakan kedudukan. Tidak lama setelah pertandingan berlansung kembali, tepatnya menit 83, punggawa asing Wamena Eddy Foday Boakay mencetak gol kemenangan yang menyegel tiga poin penting bagi timnya. Persija coba membalas namun pada akhirnya mereka dipaksa mengakui keunggulan lawan. Sumber : www.goal.com Selengkapnya...

  © Blogger template Brooklyn by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP