Jumat, 30 Juli 2010

Fenomena "BP Lovers"

Ditulis Oleh Adzani Alwianto

Siapa yang tidak kenal Bambang Pamungkas, striker Timnas Indonesia, dan Persija Jakarta (sampai tulisan ini naik cetak) yang memang sudah tidak perlu diragukan lagi kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar. Lahir 30 tahun lalu, Bepe kecil menghabiskan masa kecilnya hingga menamatkan pendidikan menengah pertamanya di sebuah kabupaten yang terletak di kota Semarang yakni Getas.

Diumur 8 tahun bepe kecil sudah mulai bermain bola untuk bergabung di sebuah SSB di tempat kelahirannya, hingga bakatnya mulai semakin terasah di saat bepe bergabung di Diklat Salatiga. Hingga pada akhirnya di usia yang belum genap 20 tahun Bepe Junior mulai bergabung dengan klub kebangaan kota Jakarta, Persija. Di Persija lah karir sepakbola Bambang Pamungkas mengalami peningkatan pesat. Total sudah 115 gol ia cetakan selama membela team yang berjuluk Macan Kemayoran.

Selain dari jumlah gol yang sudah dicapai, Bepe turut serta mengantarkan Persija Jakarta meraih juara pada tahun 2001, serta beberapa penghargaan yang pernah diraihnya mulai dari pemain terbaik, hingga topskor selama membela Persija.

Prestasi bagus di Persija ternyata juga berimbas juga kepada penampilannya di Timnas Indonesia, walaupun belum berhasil mempersembahkan gelar juara dalam event kejuaraan apapun, Bepe berhasil membuat sejarah baru dengan jumlah gol terbanyak di timnas, mengalahkan Kurniawan Dwi Julianto yang juga merupakan pemain yang menjadi inspirasinya selama ini dengan torehan 35 gol.

Karir Bepe tidak hanya cemerlang didalam negeri saja, tercatat bepe pernah menjajal kerasnya sepakbola negeri kincir angin selama 4 bulan bersama EHC Norad, dan bersama Selangor yang sukses dibawanya juara 44 kompetisi yang berbeda di tahun yang sama, serta menjadi pemain terbaik, Malaysia Cup pada tahun 2005.

Dengan semua catatan – catatan karier dan prestasi yang sudah diraihnya, tidak menjadi suatu hal yang aneh apabila bepe memiliki banyak fans dan penggemar. Tidak hanya dari supporter Persija saja, namun dari kalangan supporter lain kagum dengan sosoknya. Dan penggemar ataupun fans bepe memiliki sebutan tersendiri yaitu Bepe lovers.

Terkadang kecintaan Bepe lovers terhadap Bambang Pamungkas melebihi kecintaanya terhadap Persija. Jadi mereka “seperti” tidak begitu perduli dengan team secara keseluruhan tapi hanya kepada seorang bepe. Hal tersebut sebenarnya berdampak kurang baik untuk team Persija, karena Persija membutuhkan support tidak hanya kepada individu kepada pemain tapi kepada keseluruhan team.

Sampai yang terhangat sedang dibicarakan menjelang persiapan Persija menghadapi kompetisi ISL musim depan, yang mana dikabarkan Bambang Pamungkas akan meninggalkan klub yang telah membesarkan namanya untuk kembali menunjukan aksinya berlaga di luar negeri. Kali ini klub yang dikabarkan berminat untuk meminang bepe, yakni klub Wellington Phoenix, klub asal Selandia Baru yang mengikuti kompetisi tertinggi liga Australia (A-League).

Berita yang menjadi 2 sisi yang berbeda dipersepsikan, bagi Bepe sendiri kesempatan ini tentu bisa dijadikan sebagai catatan tersendiri dalam kariernya di dunia sepakbola yang digelutinya selama ini, tapi tidak bagi bepe lovers. Karena bagi Bepe lovers, kepergiaan bepe ke Australia, sama saja dengan tidak bisa melihat aksi – aksi bepe di Indonesia. Hal tersebut yang tidak diinginkan oleh mereka. Sedikit konyol memang kedengarannya tapi itulah fenomena yang terjadi. Seperti yang terangkum dalam beberapa media online yang terpantau oleh Jak Online, melalui account twitter resmi Jak Online di @JakOnline

Seperti ini lah reaksi mereka ketika mengetahui rencana kepindahan bepe, “bepe ga boleh pindah,aku ga rela, nanti aku jadi ga semangat lagi nonton Persijanya kl ga ada bepe “ ada lagi seperti ini “ga rela bepe pindah ayo dong manajemen Persija tahan bepe supaya jangan pergi” ada juga yang bilang kaya gini “bepe please jangan pindah dari Persija, belum siap kehilangan kamu” dan dari semua kata – kata yang terangkum di twitter JO, ada satu yang sangat ekstrim “ gue doain bepe gagal tes kesehatannya di Australia, biar ga jadi pindah, masih belum bisa terima bepe pindah”

Mungkin bagi yang membaca semua keluh kesah bepe lovers terlihat sangat berlebihan, tapi itulah fakta yang ada. Bambang Pamungkas sudah menjadi magnet tersendiri bagi para penggemarnya. Bagi gue pribadi apapun keputusan yang diambil Bambang Pamungkas, harus disupport karena itu semua untuk kebaikan kariernya kelak. ( Zni _JO )

formasi bisa berubah, pemain bisa berganti, hanya satu yang tak berubah dan berganti RASA CINTA INI AKAN ABADI

Masa bodo dengan manajemen, masa bodo materi pemain, cuek aja cuek gue gue aja..

Yang gue cinta Cuma Persija yang gue dukung Cuma Persija yang gue nanti Cuma Persija..

Persija..Persija..Persija..Persija..


Sumber : Jak Online
Selengkapnya...

Rabu, 28 Juli 2010

Persija Beri Restu Bepe ke Wellington


Pemain Persija Bambang Pamungkas ditaksir klub Selandia Baru, Wellington Phoenix. Ia akan menjalani tes bersama klub yang main di A-League itu.

Asisten Manajer Persija Ferry Indrasjarief menjelaskan Bambang hanya melakukan penjajakan di sana. Ferry juga menjelaskan kalau striker timnas itu sudah pamitan padanya sebelum berangkat ke Selandia Baru.

"Dia di sana untuk mencari tahu sejauh mana kemampuannya. Dia hanya melakukan tes fisik, tidak ada tes teknik," kata Ferry pada VIVAnews, Rabu, 28 Juli 2010.

Wellington Phoenix, yang dilatih arsitek timnas Selandia Baru Richard Lloyd Herbert, main di A-League. A-League adalah liga yang berpusat di Australia.

Musim lalu Wellington Phoenix berada di peringkat keempat klasemen akhir dari 11 peserta. Selain Wellington Phoenix, 10 klub lain yang ikut di A-League adalah klub Australia.

Wellington Phoenix harus segera mendaftarkan nama-nama pemain mereka untuk musim mendatang paling lambat hari Minggu, 1 Agustus 2010. Sedangkan kontrak Bambang bersama Persija baru berakhir akhir Agustus.

Ferry tidak mau berspekulasi soal kemungkinan uang transfer yang harus dibayarkan Wellington Phoenix pada Persija jika klub itu puas dengan hasil tes yang dijalani Bepe.

"Kita belum tahu mereka benar berminat atau tidak. Bambang juga sepertinya cenderung main di Indonesia karena pertaimbangan keluarga. Tapi kita tunggu saja perkembangannya nanti.


Sumber : www.bolaindo.com
Selengkapnya...

Selasa, 27 Juli 2010

Cerita dari Ujung Timur Kota Bogor

Ditulis Oleh Jumroni Jakmania Cariu BogoRaya


Seharusnya baik The Jak maupun Viking dapat saling mengintrospeksi dirinya masing-masing. Memang sudah semenjak lama permusuhan antar-kedua tersebut telah terjadi, dan bahkan sebelum aku jatuh hati terhadap Persija Jakarta dan menjadi The Jakmania. Aku lahir dan dibesarkan di kota Bogor, tepatnya di Cariu, yang berada di ujung timur Bogor. Tempatku sangat dekat dengan perbatasan dengan setidaknya 4 kota, yakni Cianjur, Karawang, Bekasi, dan Jakarta. Jadi, sungguh wajar apabila mayoritas di sekitar tempat tinggalku terdapat banyak penggemar Persib Bandung. Yang sangat disayangkan hampir tak ada penggemar dari Persikabo, yang notabene adalah tim sepakbola kebanggan Kota Hujan tersebut. Yang ada dan sangat tercium kental yakni persaingan dan bahkan menjurus ke permusuhan antara The Jak dan Viking yang memang sudah dianggap lumrah terjadi. Aku sebagai orang asli Bogor, aku sangat mendukung kemajuan Persikabo Bogor tentunya.

Sejak aku mempublikasikan dan terang-terangan mengakui bahwa aku adalah Jakmania, tidak sedikit dari teman-temanku yang menjauh. Sungguh aku tak mengerti pola pikir orang-orang seperti itu, tak mau berteman hanya karena beda pilihan? Bukanlah alasan yang dapat ku terima. Jujur, tak pernah sedikitpun terlintas dalam benakku, ya meskipun aku The Jak, untuk menjauhi teman-temanku walaupun mereka adalah Viking. Jikalau aku bisa menghargai dan menghormati Viking, mengapa mereka tidak bisa (teman-teman yang menjauhiku)?
Aku dapat berteman dengan siapa saja asal dia pun mau berteman denganku. Walaupun yang mengajak berteman itu adalah Viking, aku takkan menolaknya. Justru aku sangat bersyukur, setidaknya aku mengurangi perselisihan yang semakin manjamur beberapa tahun terkahir ini, khusunya di tempat tinggalku. Sampai kapanpun aku akan mendukung Persija dimanapun berada dan tetap berkomitmen terhadap slogan “PERSIJA SAMPAI MATI”.

Kalian mungkin sering menggunakan kata “ Lo asik Gw Nyantai, Lo Usik Gw Bantai”. Tapi kenapa disaat musuh tak mengusik, tetap saja dibantai? Bagiku diam bukan berarti takut ataupun kalah. Selama mereka (musuh) belum melakukan kontak fisik terlebih dahulu, aku takkan gunakan kekerasan. Ucapan dibalas dengan ucapan, hinaan dibalas dengan hinaan pula.

Memang, ditempat tinggalku aroma permusuhan The Jak dan Viking begitu kental dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan segala sesuatu selalu disangkutpautkan dengan hal itu. Mungkin itulah salah satu penyebab SDM dan SDA di kotaku tak pernah berkembang. Persatuan pun masih terpecah hanya karena berbeda di satu bidang saja. Sungguh miris dan tak ada habisnya apabila membahas tentang hubungan yang tak harmonis antara kedua kelompok tersebut.

Haruskah dendam ini dibiarkan berlarut-larut? Tentu saja tidak. Kesadaran diri masing-masing dan kedewasaan merupakan faktor yang sulit dibangun dan diterapkan dalam wajah supporter Indonesia. Ya, sebagai Jakmania, tentunya aku pun tak suka dan merasa tersinggung jika ada yang menghina The Jak dan Persija. Tak ada seorang pun yang terima pilihannya dianggap salah. Padahal kan pilihan itu adalah hak tiap warga Negara. Aku tak melarang dan takkan terusik jika Viking bangga terhadap Persib, bangga terhadap persahabatannya dengan supporter lain. Namun kalau mereka mengolok-olok tim kesayanganku, aku tak bisa hanya terus berdiam!

Sungguh ironis, disaat wajah persepakbolaan Nasional sedang menurun dan tak kunjung mendapat prestasi yang bagus, baik di level Asia maupun Internasional, justru kita masih saja disibukkan dengan supporter, supporter dan supporter yang selalu membuat masalah. Supporter bukanlah satu-satunya faktor penyebabnya, kepengurusan dalam PSSI pun dinilai buruk, apalagi dibawah kepemimpinan Ketua Umum PSSI Nurdin Khalid.

Contoh ketidak-akuran antar supporter yakni antara Aremania dan Bonekmania. Persaingan dan permusuhan mereka hampir dengan aroma The Jak-Viking. Walaupun The Jak dan Aremania mempunyai hubungan yang harmonis, tapi aku tak mau hubungan antara Viking dan Aremania pun ikut hancur pula. Apalagi akhir-akhir ini banyak berita berhembus bahwa hubungan mereka sudah mulai rapuh karena oknum-oknum tertentu. Kapan Indonesia bisa berdamai kalau seperti ini terus?

Cukupkanlah perselisihan yang telah banyak menjatuhkan korban jiwa ini, kita semua ini 1 tanah air, 1 bangsa, 1 negara. Apakah kalian semua tak bisa menghargai perjuangan para pahlawn-pahlawan yang bersusah payah menyatukan Negeri ini? Kita semua pasti sangat merindukan kata “DAMAI”, saling bergandeng tangan membangun dan meneruskan perjuangan para pahlawan terdahulu yang telah gugur di medan tempur demi anak cucu dan generasi penerusnya. Ya, kitalah generasi penerus yang seharusnya memperjuangkan persatuan dan kesatuan Tanah Air Tercinta Indonesia, khususnya para pemuda dan pemudi. Hilangkanlah egoisme, mengalah untuk menuju hari esok yang lebih baik tak ada salahnya kan?

AING JAKMANIA
PERSIJA SAMPAI MATI
PERSIJA NEPI KA MAOT
THE JAK CINTA DAMAI
SALAM SATU JIWA
BERSATULAH INDONESIAKU DIBAWAH BENDERA MERAH PUTIH




Sumber : Jak Online

Selengkapnya...

Minggu, 25 Juli 2010

Ferry: Persija Akan Dievaluasi Holistik


JAKARTA - Asisten Manajer Persija Jakarta, Ferry Indrasyarief mengaku pihaknya akan segera melakukan evaluasi secara menyeluruh setelah tim "Macan Kemayoran" gagal pada kompetisi Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010 dan Piala Indonesia 2010.
"Bisa dikatakan Persija musim ini sudah finish. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan termasuk dalam penetapan status pelatih dan pemain yang akan memperkuat tim musim depan," katanya saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, evaluasi itu meliputi kinerja seluruh pemain yang memperkuat tim selama satu kompetisi serta jajaran pelatih yang selama ini menanganinya.
"Evaluasi sendiri saat ini telah berjalan dan dilakukan oleh tim yang sebelumnya telah terbentuk," katanya.

Pada tahap pertama evaluasi akan dilakukan pada jajaran pelatih. Hal ini agar labih mudah dalam membangun tim untuk kompetisi ISL musim 2010/2011 yang mulai berlangsung pada bulan September nanti.

"Secepatnya status pelatih akan ditetapkan. Kami saat ini belum tahu peluang Bendol (Benny Dolo) bertahan. Kami harus menunggu sikap manajer. Yang jelas, tidak fair jika hanya menyalahkan dia. Apalagi Bendol bergabung dengan tim juga saat kompetisi sudah berjalan," katanya menambahkan.

Ia menjelaskan kegagalan Persija pada musim ini bukan serta merta tanggung jawab pelatih atau pemain. Namun, kegagalan ini juga menjadi tanggung jawab semua pihak yang selama ini menangani tim kebanggaan ibukota ini.

"Yang jelas gambaran masa depan internal tim akan diketahui Senin (25/7). Jika pelatih sudah ditetapkan pembentukan tim akan lebih mudah dan dilakukan secepatnya," katanya menegaskan.


Sumber : www.bolaliar.com
Selengkapnya...

Senin, 19 Juli 2010

Persija Akan Dapat Dana Rp 40 Miliar


Manajemen Persija bisa melangkah tenang. Tim berjuluk Macan Kemayoran itu bakal mendapat kucuran dana 40 miliar untuk tahun 2011.

Kabar tersebut tentu sangat melegakan. Sebab, sebelumnya, muncul rumor bahwa DPRD DKI Jakarta tidak akan lagi bersedia menggelontorkan dana besar kepada Persija. Pasalnya, jajaran dewan kecewa karena prestasi yang ditorehkan Bambang Pamungkas dkk di kancah Indonesia musim 2009-2010 hanya mencapai posisi lima besar.

"Informasi yang saya terima memang begitu (mendapat Rp 40 miliar). Tapi, secara tertulis, kami belum menerimanya," kata Ferry Indrasjarief, asisten manajer Persija, kemarin (18/7).

Menurut dia, dana tersebut tidak dipakai untuk kompetisi musim 2009-2010, melainkan musim 2010-2011 dan 2011-2012. "Dana yang kami butuhkan memang sebesar itu. Jadi, kami senang mendengar informasi dana tersebut disetujui dewan. Itu akan sangat memudahkan tim dalam mengikuti kompetisi," lanjutnya.

Tidak hanya dana untuk tahun depan yang kabarnya sudah turun. Ferry juga mengungkapkan bahwa sisa dana untuk 2010 yang belum turun sudah bisa dicairkan dalam waktu dekat. Dengan demikian, tidak ada lagi kekhawatiran menunggak hak-hak yang semestinya diterima pemain.

Terkait dengan performa tim di Piala Indonesia, Ferry memaparkan bahwa itu akan menjadi tolok ukur bagi manajemen guna memberikan kontrak baru atau melepas pemain. Sementara ini, menurut dia, komposisi pemain yang akan dipertahankan dan dilepas adalah 60 persen dan 40 persen.



Sumber : www.bolaindo.com
Selengkapnya...

  © Blogger template Brooklyn by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP